POTENSI DAN MASALAH
POTENSI
Berdasarkan Profil Desa di atas dapat diinventarisir potensi yang ada yaitu :
- Potensi Lembaga Pemerintahan
Potensinya adalah Struktur Organisasi Pemerintah Desa, Struktur Organisasi BPD, Lembaga Banjar Dinas, Struktur Lembaga adat dan sarana prasarana pemerintahan.
- Potensi Sumber Daya Manusia / Tenaga Kerja
Potensinya adalah jumlah penduduk menurut keadaan / tingkat sosialnya, tingkat pendidikan, tingkat pekerjaan, dan tingkat usianya (usia produktif )
- Potensi Lahan Pertanian
Sebagian besar lahan adalah pertanian yang tercakup dalam subak.
- Potensi Perkebunan
Potensi dibidang perkebunan dengan komoditas, kelapa, coklat, bambu, kopi, jeruk, pisang, dan kayu
- Potensi Peternakan
Potensi peternakan yaitu Ternak Ayam, Babi, Sapi
- Potensi Lembaga Sosial dan Politik
Struktur organisasi lembaga sosial kemasyarakatan sperti PKK, Hansip (Linmas), Posyandu, Kader Pembangunan Desa dan lainnya, Struktur Organisasi Partai Politik.
- Potensi Lembaga Ekonomi / Keuangan
Potensi lembaga ekonomi / keuangan : LPD, Gapoktan, Bumdes
- Potensi Kerajinan / Seni Budaya / Agama
Potensi kerajinan / seni : Sanggar, Alat Upakara / Banten / Canang
MASALAH
Secara umum masalah yang dihadapi menyangkut :
- Pelaksanaan program pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan desa belum optimal, sarana prasarana yang kurang memadai.
- Kinerja perangkat desa belum optimal
- Perencanaan pembangunan belum baik
- Kesejahteraan perangkat desa masih minim
- Hubungan kerjasama antar lembaga kemasyarakatan belum optimal
- Sarana prasarana pemerintahan desa belum lengkap
- Fungsi dan peran lembaga kemasyarakatan belum maksimal
- Fungsi dan peran lembaga BKAD, BP-UPK, UPK, Pendamping Lokal, Tim Verifikasi Kecamatan Penebel Belum Maksimal
- Partisipasi masyarakat belum optimal
- Dana ADD masih minim
- Belum adanya penghargaan / rewards dan sangsi untuk memotifasi kinerja yang lebih baik
- Kegiatan belajar mengajar dan mutu pendidikan Taman Kanak - Kanak belum Tempat bermain sempit
- Kondisi Gedung TK tidak memadai
- Kesejahteraan tenaga guru honor sangat minim
- Sarana yang minim
- Kegiatan belajar mengajar dan mutu pendidikan Sekolah Dasar belum optimal.
- Sarana belajar mengajar kurang lengkap (meja dan kursi untuk guru dan siswa, lemari arsip).
- Kurangnya buku pelajaran, buku penunjang, dan alat peraga.
- Kualitas guru masih kurang.
- Insentif tenaga honor sangat minim
- Sarana UKS (Dipan UKS rusak, dan sarana penunjang lainnya) tidak lengkap.
- Kurangnya sarana ruang perpustakaan ( rak buku )
- Pembinaan bakat non akademis belum maksimal
- Biaya pendidikan Sekolah Dasar memberatkan bagi siswa dari RTM
- Kurangnya sarana Komputer dan printer
- Distribusi air bersih belum optimal karena masalah teknis jaringan dan pengelolaan yang belum optimal
- Budidaya ternak belum optimal
- Gangguan penyakit pada ternak
- Harga pakan ternak mahal
- Gangguan kesehatan pada warga
- Pelayanan posyandu belum optimal
- Biaya kesehatan manula dari RTM kurang memadai
- Wabah rabies mengancam warga
- Ancaman demam berdarah, malaria, dan penyakit lainnya.
- Tidak ada puskesmas pembantu
- Lingkungan kurang sehat
- Banyak sampah di got dan pembuangan limbah ke sungai
- Tidak adanya tempat pembuangan sampah
- Fungsi dan peran lembaga pemerintah dan lembaga politik belum maksimal
- Kurangnya pemahaman terhadap tupoksi lembaganya dan system kerjanya
- Transportasi kurang lancer
- Banyaknya ruas jalan belum di beton ( jalan tanah)
- Drainase belum di beton (got tanah)
- Jalan rawan longsor